Cari Blog Ini

Sabtu, 24 Oktober 2015

Nasehat Sebagai Media Pendidikan Islam

Oleh : Syahri Ramadhan

Suatu ketika, orang tua saya pernah bercerita. Meskipun orang tua saya tidak mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi, karena sekolahnya hanya sampai sekolah menengah pertama, tapi saya bisa menangkap dari ceritanya bahwa sudah terjadi demoralisasi ditengah-tengah masyarakat saat ini. Mungkin bukan orang tua saya saja yag merasakannya, karena permasalahan ini sudah menjadi topik hangat (hot topic) yang ramai diperbincangkan para praktisi maupun akademisi yang prihatin dengan shock culture (goncangan budaya) yang dialami bangsa Indonesia saat ini.

Waktu Maghrib dan Shubuh dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Islami

Oleh : Syahri Ramadhan, S.Psi., M.S.I.
Salah seorang jama’ah di sebuah masjid bertanya dengan nada agak protes. Persoalannya adalah di waktu maghrib (baca: pergantian waktu dari siang ke malam) banyak anak-anak yang datang ke masjid dan berbuat keramaian, sehingga pelaksanaan ibadah salat menjadi tidak tenang. Sebetulnya, sebagian anak datang bersama orang tuanya dan sudah dikondisikan sebelum salat dilaksanakan. Namun, namanya ‘anak-anak’ tidak betah berdiri tenang mengikuti salat, satu sampai dua menit mereka ramai lagi.

Jumat, 24 Oktober 2014

Kapan Anak Diajari Membaca?

KAPAN ANAK DIAJARI MEMBACA ?

I.            Pendahuluan
Menurut Woodhead (2006), anak adalah masa ketika manusia sangat tergantung pada rasa aman, hubungan responsif dengan orang lain (orang dewasa, saudara dan teman sebaya), bukan hanya untuk menjamin kelangsungan hidup mereka, tetapi juga keamanan emosional mereka, integrasi sosial dan kompetensi kognitif dan budaya. Anak merupakan manusia kecil yang penuh dengan keunikan, lucu, dan lugu. Seketika mereka bisa tertawa, tapi tiba-tiba bisa juga menangis yang sebabnya hal sepele. Tingkah laku mereka yang polos membuat orang dewasa tertawa, terharu, kadang kala juga kebingungan. Sebab apa yang anak-anak inginkan tidak sepenuhnya bisa dipahami oleh orang dewasa.

Sabtu, 10 Mei 2014

MUKJIZAT AL-QUR'AN

Oleh : Syahri Ramadhan


A.    Pendahuluan
Islam adalah agama yang sempurna, salah satu kesempurnaan Islam terletak pada kitab suci al-Qur’an yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia. Allah menurunkan al-Qur’an yang tidak memiliki cela, cacat, serta keragu-raguan dalam isinya. Kebenaran al-Qur’an relevan dengan semua zaman sampai hari kiamat nanti.
Kebenaran al-Qur’an bersifat mutlak, tidak ada yang bisa membantah kebenaran al-Qur’an, sebab al-Qur’an merupakan doktrin dari Allah Swt. yang disampaikan kepada manusia. Maka semua kebenaran wajib bersesuaian dengan al-Qur’an, sebab standarisasi kebenaran adalah ajaran-ajaran di dalam al-Quran. Sehingga kebenaran yang diklaim manusia jika bertentangan dengan al-Qur’an tidak bisa dikataan benar atau tertolak kebenarannya.

Sabtu, 29 Maret 2014

Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Islam Antara Peluang dan Tantangan

13960902591240021002

Diawal kuliah umum yang diadakan pihak Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) hari Sabtu tanggal 29 Maret 2014, Prof. DR. Dede Rosyada, M.A mengatakan bahwa Program PPs Perguruan Tinggi Islam memiliki peluang yang sangat besar dalam partisipasi perubahan bangsa ke arah yang lebih maju. Hal ini disebabkan hanya mahasiswa pascasarjana yang mampu membuat perubahan itu, karena ada tuntutan untu memunculkan teori baru kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan guna kepentingan kemajuan pendidikan bangsa. Sedangkan para lulusan sarjana (SI) hanya di tuntuk untuk memahami teori, kemudian mengaplikasikannya, tidak ada tuntutan untuk menghasilkan temuan baru.

Senin, 13 Januari 2014

KEPRIBADIAN MUSLIM DALAM INTEGRASI RUH, AKAL, DAN NAFSU



Oleh : Syahri Ramadhan, S.Psi
           
Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dalam sebaik-baik bentuk, yaitu bentuk yang sempurna dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya (Surat At-Thin : 4). Maka manusia diberi amanah untuk menjadi khalifah di Bumi. Untuk mengemban amanah kekhalifahan tersebut Allah memberikan kepada manusia potensi-potensi kepemimpinan, yaitu berupa ruh, akal, dan nafsu. Ketiga potensi ini diberikan kepada manusia untuk menjadi khalifah Allah di Bumi, berbuat kebaikan-kebaikan dalam berinteraksi dengan seluruh makhluk Allah di Bumi ; hewan, tumbuhan, air, udara, tanah, api dan sebagainya. Tapi, tetap ada saja manusia yang berbuat kerusakan di permukaan Bumi (Surat Al-Baqarah : 11-12), sehingga keseimbangan alam terganggu dan menyebabkan bahaya bagi manusia.

Jumat, 29 November 2013

Analisis Psikologis Bahaya Prasangka atau “Adh-Dhon”

Oleh : Syahri Ramadhan, S.Psi

Tidak jarang kita lihat saat ini konflik terjadi di sana-sini, konflik antar agama, etnis, kelompok organisasi, pendukung partai politik, organisasi massa, dan sebagainya. Ketika ditelusuri lebih lanjut oleh pihak-pihak yang berwenang kebanyakan ditimbulkan oleh permasalahan sepele, seperti kesalahan persepsi, informasi yang salah, dan salah tafsir pada atribut pihak lain. Dengan mudah perkara-perkara sepele tersebut menimbulkan kerusakan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Tauran antar pelajar yang sampai merusak sekolah dan fasilitas umum, baku hantam antara pendemo dan aparat keamanan yang merusak fasilitas gedung-gedung milik pemerintahan, dan banyak lagi yang bisa kita temukan di TV setiap harinya.

Translate