Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 05 Mei 2012

Melatih Otak Kanan Dengan Permainan

Ice Breaking
Melatih Otak Kanan Dengan Permainan Jari-Jari Tangan



Mintalah semua peserta/anak didik untuk duduk rilex dan memperhatikan instruksi fasilitator. Kemudian peserta/anak didik diminta untuk mengangkat kedua tangannya setinggi bahu/dada. Fasilitatos kemudian memberikan contoh dan peserta/anak didik disuruh mengikuti apa yang dilakukan fasilitator dengan memperhatikan dan tetap fokus ke depan.

Fasilitator kemudian mengepal kedua tangan dan membentuk tinju, kemudian jar telunjuk dan jari tengah di buka dan lurus vertikal.

Instruksinya adalah "sekarang coba tekuk jari tengah tangan kanan, kemudian perhatikan tangan kiri ada sebanyak 2 jari yang terbuka, dan 1 jari pada tangan kanan. sekarang diganti... tangan kanan menjadi 2 jari terbuka dan tangan kiri menjadi 1 jari terbuka...begitu seterusnya secara bergantian". Fasilitator harus mencontohkannya secara perlahan sampai sepuluh kali percobaaan . Kemudian peserta/anak didik di instruksikan untuk mencoba gerakan tersebut, selama 1 menit pertama disuruh untuk melakukannya secara perlahan, 1 menit ke 2 agak lebih cepat dari gerakan pertama, 1 menit ke tiga lebih cepat lagi dari menit sebelumnya.

Biasanya semakin cepat gerakan yang dilakukan, maka akan semakin banyak kemungkinan terjadi kesalahan.

Setelah permainan selesai, maka fasilitator menjelaskan apa tujuan dari permainan  ini. Secara umum, permainan ini untuk melatih otak kanan, karena gerakan yang dilakukan adalah gerakan reflex dan tidak direncanakan secara sistematik. Karena fungsi otak kanan adalah sebagai pusat respon yang dilakukan oleh tubuh manusia baik secara verbal maupun non verbal yang bersifat reflex, atau tiba-tiba, tanpa direncanakan, contoh salah satu fungsi otak kanan adalah kemampuan dalam berbahasa, atau ketika kulit terkena api, maka secara reflex orang akan bergerak menjauh dari rasa sakit tanpa berfikir terlebih dahulu, dan masih banyak fungsi otak kanan yang bisa dimanfaatkan secar luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It

Translate

Follow by Email